Jumat, 22 Februari 2013

Cerpen Cinta: LITTLE AGATHA

LITTLE AGATHA
oleh: Efih Sudini Afrilya
Cerpen Cinta
Cerpen Cinta
 “Agatha bukan cewek populer! Agatha gak cantik! Agatha juga gak putih! Tapi kenapa Fathan mempertahankan hubungan dengan Agatha?” Ungkap Agatha membelakangiku. Aku tahu, Agatha sedang menangis dan dia tidak ingin aku melihat butiran-butiran air mata yang menetes dari ujung matanya.

Ini semua salahku. Jika aku tidak ikut-ikutan merayakan kemenangan Tim Basket ku. Agatha tidak akan menunggu ku hingga larut malam di Taman. Agatha tidak akan meminta putus dariku dan dia tidak akan menangis seperti ini.

Jujur, dibanding Agatha, cewek-cewek yang mengidolakanku jauh lebih cantik. Meskipun tubuh Agatha mungil, kulitnya tak putih, tapi buatku Agatha sangat manis. Matanya yang bulat selalu memancarkan kebahagiaan, kepolosannya membuatku nyaman dan tidak meragukannya lagi, tingkahnya yang manja membuatku selalu ingin menjaganya.

Aku dan Agatha satu kelas saat kami kelas 1 SMP. Dia sangat ceria dan baik hati, sifatnya yang polos dan seperti anak kecil selalu menjadi bahan lelucon buat teman-teman satu kelas. Tapi Agatha tidak pernah marah ataupun tersinggung. “Itu kan Cuma bercanda. Kalo Agatha sakit hati nanti Agatha gak gendut-gendut.” Ungkapnya ringan saat salah satu teman mendekatinya.

Awalnya aku sama seperti anak-anak yang lain, aku ikut meledek Agatha dengan mengatainya “Dasar anak kecil!” setiap kali dia mendekatiku. Agatha berbeda dengan anak-anak cewek lainnya yang kebanyakan dari mereka terlalu memaksakan diri untuk menjadi dewasa, dandan berlebihan dan sebagian dari mereka bahkan genit padaku. Bahkan, karena aku terlalu sering mengatai Agatha Anak Kecil, Agatha merasa segan dan tidak berani mendekatiku lagi. Ditambah dengan banyaknya cewek-cewek kece yang selalu menggerubutiku.

Suatu saat sepulang sekolah, aku melihat Agatha tengah menyebrangkan seorang nenek-nenek, aku hanya tersenyum melihatnya karena memang Agatha seorang yang baik. Saat tiba diseberang jalan Agatha berteriak memanggil-manggil namaku dan dia memintaku untuk menyebrangkannya, karena ternyata dia sendiri tidak bisa menyebrang. Saat itu, Agatha sangat konyol, dia hanya menunduk dan menyembunyikan pipi merahnya karena malu.

“Sebenernya Agatha gak bisa nyebrang, tadi Cuma kasian aja sama nenek-neneknya.” Ungkapnya saat itu.

“Terus kalo kamu ketabrak gimana?” Tanyaku.

“Kalo mau nolong itu gak boleh takut. Sekarang kan Agatha udah di tolong sama Fathan. Makasih ya Fathan.” Jawab Agatha.

“Dasar anak kecil!” Aku mengatainya lagi. Agatha hanya nyengir dan dibalik bibirnya yang tipis tampak barisan gigi kecil yang rapi dan bersih melengkapi kelucuannya. Kami pun berpisah saat itu, tapi entah kenapa tingkah Agatha siang itu selalu terbayang-banyang, membuatku senyum-senyum sendiri. Membayangkan saat dia memanggil-manggil namaku dan memohon padaku untuk menyebrangkannya, padahal sebelumya dia menjadi pahlawan buat nenek-nenek yang gak bisa nyebrang.

Esoknya di sekolah, aku melihat ada kotak makan di atas mejaku. Isinya Nasi goreng berbentuk Hati dan dihiasi sayuran yang tersenyum pada siapapun yang melihatnya. Tanpa bertanya-tanya siapa yang memberikan Nasi goreng padaku, aku langsung menyantap habis Nasi goreng itu. Anak-anak cewek di kelasku berbisik-bisik, mungkin mereka penasaran dan sedikit cemburu pada Sipembuat Nasi goreng itu.

Cerpen Keyakinan Cinta

KEYAKINAN
oleh Raisya Marisdifa

Aku begitu bahagia dengan hari ini. Aku pulang dengan rasa puas dan lega. Hari ini, kelas ku bisa merebut juara pertama dalam acara Pagelaran Seni kelas 9 yang selalu ada setiap tahunnya. Rasa capek untuk latihan 1 bulan terakhir rasanya sirna begitu saja. Apalagi selalu ada dia di samping. Dia yang selalu menyemangatiku dan mendukungku. Dia yang selalu menjadi penghilang rasa letihku. Dia yang ku cinta dan ku sayang sepenuh hati. Dia adalah kekasihku. Kekasih yang begitu sempurna di mataku.

Hp ku bergetar. Ini menandakan bahwa ada pesan masuk. Dan itu pesan dari Rio, kekasihku. Dengan penuh cinta dia bertanya kepadaku.

“Sudah sampai di rumah sayangku?”

“Sudah sayang.” Jawabku.

“Kalau begitu harus mandi, terus makan, dan langsung istirahat ya sayang. Aku tau kamu pasti capek karena telah tampil dengan energik tadi.”

Aku tersenyum melihat pesannya.

“Iya sayang.” Balas ku.

Perhatiannya selalu membuat ku bahagia, walau aku sendiri tahu dia selalu begitu setiap harinya. Semuanya tidak pernah membuatku bosan. Karena dia selalu memberikan perhatian, cinta dan kasih sayangnya tulus untuk ku. Aku bisa merasakan.

Semua ketulusan itu selalu ku rasakan dari awal bersamanya. Namun ketika bulan itu, bulan dimana aku berulang tahun. Aku merasakan kehangatan yang dia berikan dan ketulusannya sudah mulai berkurang. Semua itu bermula ketika dia sering ikut papanya keluar kota. Awalnya aku mengerti. Tapi lama kelamaan, aku sudah tidak mengerti dan sudah tidak tahan dengan sikapnya. Dan dia juga sudah melupakan begitu saja hari ulang tahunku. Dia sudah tidak seperhatian dulu, semua ketulusannya hilang. Raib di telan bumi.

Cerpen Cinta: BITTERNESS BECAME HAPPINESS

Cerpen Cinta
BITTERNESS BECAME HAPPINESS
Written by Bella Justice

“Cerri, gimana? Kamu masih belum berani juga untuk kenalan sama dia?” tanya Krystie, Ia adalah temanku yang paling setia sekaligus cerewet dan tidak henti-hentinya mendesak aku untuk berkenalan dengan orang itu.

“aku nggak berani Krys, dia nggak seperti anak laki-laki yang lainnya. Dia itu...”

“misterius kan maksudnya? Aku udah bosen dengar alasan kamu itu.” sela Krystie secepat kilat. Ia mendengus kesal dan memasang wajah bete.

“sudahlah Krys, lagipula aku tidak berharap lebih darinya. Aku hanya mengagumi kemisteriusannya saja, jadi, cukup bagiku untuk menyukainya tanpa harus Ia mengetahuinya.” ucapku lalu menampilkan seulas senyum manis yang dibuat-buat.

Krystie yang saat itu sedang berbaring ditempat tidurku langsung bangkit dan duduk disampingku. “kau memang bodoh sekali Cerri.” Katanya.

Aku tidak marah. Aku sadar bagaimana jika aku diposisi Krystie, sebagai seorang sahabat yang selalu mendengarkan curahan hatiku, Ia tentu merasa kesal karena mempunyai sahabat yang bodoh dan penakut seperti diriku. Wajar jika Krystie berkata begitu, mungkin kesabarannya dalam menghadapi sikapku sudah sampai pada puncaknya. Ini pertama kalinya aku menyukai seseorang. Pria yang sedari tadi aku dan Krystie bicarakan adalah Joe, nama panjangnya yaitu Jonathan Andrews. Joe adalah teman sekelasku saat duduk dibangku SMA kelas 10. Sejak pertama melihatnya aku langsung mengaguminya, tetapi bukan karena faktor wajah tampannya saja, namun sifatnya yang dingin dan misterius membuat aku semakin menyukainya. Sayangnya, ketika menginjak kelas 11 kami harus berpisah. Meskipun kami berada dijurusan yang sama yaitu IPA, tapi kelas kami berbeda. Namun takdir kembali mempertemukan aku dengan Joe. Dikelas 12 kami sekelas dan aku merasa sangat senang. Tetapi entahlah, walaupun sekelas, Joe dan aku juga sama sekali tidak pernah berbicara. Semua orang dikelasku sudah pernah berbicara dengannya meskipun hanya beberapa kalimat, aku juga ingin seperti mereka!

Puisi : AIR MATA RAKYAT PALESTINA

AIR MATA RAKYAT PALESTINA
Oleh Israyanti Iskandar

Begitu malang nasib seekor Harimau
Mereka mati karena kekejaman manusia
Begitupun Rakyat Palestina
Yang tewas terbunuh karena kekejaman Israel …

Lihatlah wajah mereka
Yang terus mengeluarkan Air Mata
Karena kehilangan orang-orang yang mereka Sayangi …

Apakah Israel masih memiliki Hati ?
Apakah Israel bisa merasakan sedik saja
Perasaan Rakyat Palestina ….
Tak ada yang dapat Rakyat Palestina Lakukan Selain mengikhlaskan
Kepergian orang –orang yang mereka sayang …

Cerpen Penyesalan

PENYESALAN
               
                Angin malam berhembus kencang menerjang lapisan kulit setiap insan yang merasakan meski  rembulan tampil dengan bulat sempurna meski bintang-bintang terang benderang menghiasi malam, namun  pemandangan tersebut tak turut menghibur hati Jono yang sedang padam bagai tersiram air yang deras.
Jono adalah seorang pria yang sedang berkepala lima akan tetapi satu persatu anaknya pergi meninggalkan Jono dan istrinya, mereka tidak tahan dengan kondisi ekonomi keluarganya.
               
Jono termenung tak berdaya, pandangannya kosong yang di pikirnya hanya satu bagaimana ia mendapatkan uang dan tidur pulas di rumah bersama Tini istrinya dan Riko anaknya yang masih tersisa, ia tak berani pulang ke rumah dengan tangan hampa sebab jika pulang ia hanya mendapatkan cacian dari sang istri bahkan ia di suruh tidur di luar rumah, sebenarnya Jono tak tahan lagi atas perlakuan Tini, namun apa daya nasi telah menjadi bubur padahal sejak masih menjadi kekasihnya ,Ibu Jono melarang Jono berhubungan dengan Tini,Ibu Jono tidak suka dengan sikap Tini yang sombong dan tak sopan itu akan tetapi Jono memperdulikannya, ia hanya ingin menikah dan membangun keluarga baru bersama istrinya yang cantik yaitu Tini dan kini hanya ada penyesalan yang mendalam yang di rasakan seorang pria yang selalu memakai kaca mata minues, selain hidupnya sengsara,ia pun sudah di coret dalam buku harta warisan orang tuanya,bahkan ia menikah tanpa restu dan kehadiran sang Ibu yang dulu di sayangnya.
               

AKU YANG TERLUPAKAN

AKU YANG TERLUPAKAN
Oleh Putri Tara Andesta

Hanya dapat duduk dipinggir pusaraku…
Sambil melihat peristirahatanku yang semakin hari semakin memprihatinkan
melihat rumput – rumput liar yang tumbuh seenaknya belum lagi tumpukan dedaunaan kering
Yang meyemakkan pandanganku.
Nisanku pun sudah mulai keropos diterjang hujan deras dan panas yang teramat terik
Hingga ukiran namaku sudah mulai menghilang dari batu itu.

Aku yang terlupakan…..
Hanya dapat duduk termenung sambil melihat ke segala penjuru tempat itu
Berharap akan ada seseorang yang menghampiriku,
Namun telah lama mereka tidak datang kesini untuk membersihkan pusaraku,
Menghiasinya dengan taburan bunga – bunga
memberikan air mawar sebagai aromatherapinya
dan memanjatkan doa sebagai kedamaiannya.

Entah apa yang membuat mereka tidak pernah menemuiku lagi,
Kesibukan kah atau kelupaan mereka akan diriku?
Akupun tak tahu!!!!
Pandanganku beralih pada seseorang yang sedang berdoa
Tepat dibelakang makamku…
Menaburkan bunga – bunga penuh dengan rasa haru dan ikhlas…
Membersihkan dan memperindah makam itu.
Terlihat seorang bocah kecil memakai baju putih yang tersenyum bahagia

Puisi Ibu Dalam Anganku

Ibu..
Engkau yang telah melahirkanku
Engkau yang telah merawatku dari kecil
Tak ada kata putus asa di hatimu untuk ku
Ibu..
Lewat puisi ini ku ungkapkan rasa terima kasih ku
Lewat puisi ini ku ungkapkan rasa banggaku pada mu
Ibu..
Ku lihat berita di televesi
Ku dengar baik-baik apa isinya
Betapa na’as nya nasib seorang anak yang dibuang oleh ibunya
Di situlah ku tersadar kau penuh cinta akan diriku
Ibu..
Maafkan ku bila ku telah membuatmu kecewa
Tapi sebenarnya tak ada terbesit di hatiku membuat mu sedih akan diriku
Ibu..
Ku bangga mempunyai mu
tak semua orang bisa merasakan kasih sayang seorang ibu
Ibu..
Satu kalimat ku persembahkan untukmu
“Terima kasih ibu”
Puisi ini karya : Dhiya Nada Adinda